Kehidupan Dunia Jangan Jadi Malapetaka di Akhirat

Kehidupan Dunia Jangan Jadi Malapetaka di Akhirat 

Hakikat kehidupan manusia di dunia ini sebagai suatu negeri yang sementara terasa sangatlah singkat, dan bukan menjadi tempat keabadian untuk hidup selamanya.
Meski hidup sementara di dunia ini sebagai tempat persinggahan sambil menunggu kematian.

Namun konsekuensi dari apa saja yang kita perbuat di dunia ini baik sangatlah berdampak besar bagi kehidupan kekal dan selamanya di akhirat kelak, baik itu perbuatan amal saleh sebagai bentuk ketaatan kepada Allah maupun perbuatan dosa dan maksiat sebagai bentuk keingkaran kepada Allah.
Jika kita memanfaatkan dunia dan menyibukkannya dengan ketaatan kepada Allah SWT, maka kita akan memetik hasilnya di akhirat kelak dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan abadi.

Adapun jika kita menyibukkannya dengan syahwat, dosa dan maksiat, maka kita akan merugi, menderita selamanya di akhirat tanpa ada kesempatan lagi kembali ke dunia untuk berbuat kebaikan ataupun memperbaiki kesalahan.

"Intinya yang harus kita sadari, kehidupan manusia di dunia ini sangat singkat, tapi dengan masa hidup yang singkat ini, kita akan akan mendapat balasan selamanya di akhirat kelak, apakah selamanya bahagia atau selamanya menderita penuh kesengsaraan. Tinggal kita memilihnya saja," 

Sebagai manusia yang cerdas, setiap muslim dan mukmin pasti akan memilih kehidupan yang membahagiakan di akhirat kelak, dengan menyibukkan diri dalam ibadah, bersusah payah dalam beramal saleh dan berbuat berbagai kebaikan untuk bekalnya di akhirat yang akan hidup untuk selamanya.

Seorang muslim dan mukmin yang sadar pasti tidak akan mau menukar kehidupan dunia yang sementara untuk bersenang-senang dalam memperturutkan hawa nafsunya, yang dampaknya bisa menjadi malapetaka di akhirat.‌‎

Komentar

Posting Komentar